Rapat Dengar Pendapat di DPRD Halsel, Izin PT. IMS Terancam

Jumat, 14 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak Perusahan dan masyarakat RDP di DPRD Halsel (dok//jmg)

Pihak Perusahan dan masyarakat RDP di DPRD Halsel (dok//jmg)

LABUHA – Aksi penolakan dari warga Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan terhadap PT. Intim Mining Sentosa (IMS) ikut menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.

Hal tersebut di tindak lanjuti melalui rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin unsur pimpinan di hadiri puluhan Anggota DPRD bersama masyarakat dan pihak PT. IMS.

RDP mulanya berjalan lancar tapi setelah mendengarkan penjelasan pihak masyarakat dan perwakilan PT. IMS, DPRD Halsel pun ikut geram dan akhirnya memutuskan untuk turun meninjau langsung wilayah operasi PT Intim Mining Sentosa (IMS) di Desa Bobo dan Fluk, Kecamatan Obi Selatan.

“Insya Allah minggu depan kita on the spot,” ujar Wakil Ketua DPRD Halsel, Muslim Hi. Rakib, disela-sela memimpin rapat bersama pihak PT IMS dan sejumlah warga Desa Bobo di ruang rapat Banggar DPRD, Kamis (13/2/2025) kemarin

Lanjut Muslim, pihaknya belum mengetahui penolakan ini sepihak atau bagaimana. Pasti nya DPRD secara kelembagaan akan bersikap, setelah on the spot nanti.

“Kalau investasi PT. IMS ini mengorbankan masyarakat Bobo dan Fluk dan terbukti tak memiliki izin dan administrasi yang tidak lengkap maka kami akan mengeluarkan rekomendasi ke Kementerian ESDM untuk mencabut izin PT. IMS,” tegas Muslim.

Muslim menambahkan, warga Desa Bobo yang menolak PT IMS, dasarnya dampak lingkungan, dan masalah tapal batas antara Desa Bobo dan Fluk. “Tadi juga ada dokumen AMDAL yang dipersoalkan, tapi kami belum lihat fisiknya. Makanya kami akan cek ini,” tambah Muslim

Kepala Desa Bobo, Jems Totononu, mengatakan pihaknya juga belum bisa mengambil sikap apakah menolak PT IMS atau tidak karena menunggu sikap dari DPRD Halmahera Selatan.

“Ini belum ada kesimpulan, tunggu DPRD turun dulu. Karena memang kami belum terlalu paham regulasi, jadi kalau tidak sesuai maka kami akan di posisi masyarakat yakni menolak, kehadiran PT. IMS,” tutup Jems.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kordinator Poros Muda Makayoa Kritik Pembentukan Makayoa Versi Muhlas
Kuasa Hukum Minta Polda Malut Evaluasi Jajaran Polsek Obi, Soroti Perkembangan Perkara Kades Anggai
Diduga Pejabat Publik Jual Tongkang Sepihak, Publik Soroti Kewenangan
Air Labuha Dipastikan Aman, PDAM Halsel Masih Siagakan Obi hingga Kayoa
Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian Mulai Tumbuh Jadi Sektor Ekonomi
Harga Tomat dan Rica Tergolong Stabil, Sejumlah Sayuran di Halsel Justru Melonjak
Bawa Pala sebagai Ikon, Halsel Pamerkan Potensi Agromaritim di APKASI Expo 2026
Breaking News, Kebakaran Lahan Terjadi di Desa Kupal, Petugas dan Warga Berupaya Padamkan Api

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:53

Kordinator Poros Muda Makayoa Kritik Pembentukan Makayoa Versi Muhlas

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17

Kuasa Hukum Minta Polda Malut Evaluasi Jajaran Polsek Obi, Soroti Perkembangan Perkara Kades Anggai

Sabtu, 26 September 2026 - 17:59

Diduga Pejabat Publik Jual Tongkang Sepihak, Publik Soroti Kewenangan

Senin, 21 September 2026 - 14:15

Air Labuha Dipastikan Aman, PDAM Halsel Masih Siagakan Obi hingga Kayoa

Selasa, 8 September 2026 - 09:57

Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian Mulai Tumbuh Jadi Sektor Ekonomi

Berita Terbaru

Kantor Kejari HAL-SEL/istimewa

Berita

Sekdes Kusubibi Dilaporkan Ke Kejari Halsel

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:02