Job Fair Dinakertrans Halmahera Selatan Gagal

Rabu, 11 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans Halsel pada Senin 02 Desember 2024 lalu (dok//jmg)

Kegiatan Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans Halsel pada Senin 02 Desember 2024 lalu (dok//jmg)

LABUHA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Sait Alkatiri, dengan tegas menyatakan bahwa Job Fair yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) gagal.

Said bilang, selain gagal tidak sesuai dengan amanah undang-undang yang mencapai tujuan utamanya.

Menurutnya, secara prinsip, Job Fair adalah ajang dimana perusahaan dari berbagai sektor berkumpul untuk memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan. Tujuannya adalah menciptakan ruang komunikasi langsung antara Pencari Kerja (Pencaker) dengan perusahaan, sehingga mempermudah proses perekrutan tenaga kerja.

Namun, ia menilai kegiatan yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Halsel di bawah kepemimpinan Noce Totononu melenceng jauh dari harapan.

“Job Fair yang digelar tidak seirama dengan UU No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Peraturan Presiden No. 4 Tahun 1980 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, dia menambahkan bahwa seharusnya pelaksanaan Job Fair membawa manfaatnyata, seperti mengurangi angka pengangguran, mempercepat interaksi antara pencaker dan perusahaan, memfasilitasi kebutuhan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja, serta memberikan informasi secara transparan.

Namun, hal itu tidak tercermin dalam kegiatan yang dilakukan Disnakertrans Halsel. “Kegiatan ini tidak berkolerasi dengan tujuan utama dari Job Fair itu sendiri. Dalam hemat kami, apa yang dilakukan oleh Disnakertrans Halsel justru tidak memberikan dampak positif yang signifikan,” kritik Said dengan nada keras.

Bahkan Said meminta Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba segera mengevaluasi kinerja Kepala Disnakertrans Noce bahkan bila perlu mencopot Noce Totononu dari jabatannya.

“Jelas sudah, Kepala Disnakertrans Halsel tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bupati harus mengambil langkah tegas, bila perlu mencopotnya,” tandas Said.

Kadis Nakertrans Halsel Noce Totunonu masih dalam upaya konfirmasi untuk perimbangan pemberitaan. Hingga berita ini diterbitkan Noce belum memberikan keterangan resmi. (red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kordinator Poros Muda Makayoa Kritik Pembentukan Makayoa Versi Muhlas
Kuasa Hukum Minta Polda Malut Evaluasi Jajaran Polsek Obi, Soroti Perkembangan Perkara Kades Anggai
Diduga Pejabat Publik Jual Tongkang Sepihak, Publik Soroti Kewenangan
Air Labuha Dipastikan Aman, PDAM Halsel Masih Siagakan Obi hingga Kayoa
Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian Mulai Tumbuh Jadi Sektor Ekonomi
Harga Tomat dan Rica Tergolong Stabil, Sejumlah Sayuran di Halsel Justru Melonjak
Bawa Pala sebagai Ikon, Halsel Pamerkan Potensi Agromaritim di APKASI Expo 2026
Breaking News, Kebakaran Lahan Terjadi di Desa Kupal, Petugas dan Warga Berupaya Padamkan Api

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:53

Kordinator Poros Muda Makayoa Kritik Pembentukan Makayoa Versi Muhlas

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17

Kuasa Hukum Minta Polda Malut Evaluasi Jajaran Polsek Obi, Soroti Perkembangan Perkara Kades Anggai

Sabtu, 26 September 2026 - 17:59

Diduga Pejabat Publik Jual Tongkang Sepihak, Publik Soroti Kewenangan

Senin, 21 September 2026 - 14:15

Air Labuha Dipastikan Aman, PDAM Halsel Masih Siagakan Obi hingga Kayoa

Selasa, 8 September 2026 - 09:57

Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian Mulai Tumbuh Jadi Sektor Ekonomi

Berita Terbaru

Kantor Kejari HAL-SEL/istimewa

Berita

Sekdes Kusubibi Dilaporkan Ke Kejari Halsel

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:02