TampilNews.com, HALSEL — Agenda pelantikan pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Halmahera Selatan yang rencananya akan dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPPK), Budiman Sudjatmiko, menuai penolakan dari sejumlah organisasi kepemudaan.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halsel, Sumitro Komdan, bersama Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Armain Rusli, secara tegas menyatakan sikap menolak kedatangan Budiman. Menurut mereka, kehadiran tokoh tersebut dalam acara pelantikan pengurus APDESI dinilai tidak tepat dan berpotensi memunculkan gesekan di tengah masyarakat.
Dua organisasi kepemudaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halsel dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), telah melakukan konsolidasi membentuk Front Marhaenisme untuk melakukan demonstrasi mbolak kehadiran Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPPK).
“Kami menilai, agenda pelantikan APDESI seharusnya menjadi momen sakral untuk memperkuat kapasitas kepala desa dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, bukan menjadi ajang kepentingan politik tertentu,” ujar Sumitro.
Sementara itu, Armain menambahkan, pihaknya mengimbau seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk tetap kritis dan menjaga marwah daerah. “Budiman punya catatan politik yang kami rasa tidak selaras dengan semangat perjuangan rakyat Halsel,” tegasnya.
Pelantikan pengurus APDESI dijadwalkan berlangsung 13 Agustus 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala desa, dan perangkat desa se-Halmahera Selatan.(*)







