tampilNews.com, HALSEL – Dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan kembali tercoreng. Seorang oknum guru berinisial RR S.Pd di Salah Satu SMK di Halsel diduga kuat melakukan pencabulan terhadap lebih dari dua siswa sejak tahun 2018 hingga 2025. Ironisnya, kasus ini tidak pernah diproses hukum maupun diberikan sanksi etik, sehingga perbuatan bejat pelaku terus berulang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perilaku cabul guru RR telah lama diketahui pihak sekolah. Beberapa guru bahkan mengakui menerima laporan korban, namun pihak sekolah justru memilih menutup mata.
“Kasus ini selalu ditutupi, korban trauma, bahkan ada yang meninggal dunia akibat depresi berat,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini pertama kali terungkap pada 2018 ketika korban melapor kepada guru BK. Namun, Kepala Sekolah saat itu disebut lebih memilih melindungi pelaku. Hingga kini, pola serupa berlanjut. “Seolah ada rahasia sekolah yang membuat pelaku dilindungi,” tambah sumber tersebut.
Kepala SMK , Berinisial M, saat dikonfirmasi mengakui adanya laporan perilaku tak senonoh guru tersebut, meski berusaha mengecilkan kasus.
“Saya dengar memang ada kejadian, tapi sebatas pegang-pegang tangan. Kami sudah panggil orang tua siswa, selebihnya tergantung mereka kalau mau melapor,” ujarnya.
Mantan Kepsek, SU, juga membenarkan bahwa keluhan siswa pernah masuk sejak 2018, namun tidak ditindaklanjuti karena korban tidak dihadirkan. Sementara itu, guru BK yang disebut menerima pengaduan korban memilih bungkam ketika ditemui wartawan.
Hingga kini, kasus dugaan pencabulan yang menyeret oknum guru RR terus menjadi misteri karena belum tersentuh proses hukum. Jika dibiarkan, sekolah negeri yang seharusnya menjadi tempat pendidikan justru terancam berubah menjadi ruang subur bagi kejahatan seksual. (*)







