LABUHA – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga daging ayam di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu per ekor.
Di Warung Apollo yang berlokasi di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, harga daging ayam ukuran sedang dengan berat lebih dari 1 kilogram kini dibanderol Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per ekor.
Sementara itu, untuk ayam ukuran jumbo dijual dengan harga Rp60 ribu, Rp75 ribu, hingga Rp90 ribu per ekor, tergantung berat dan kualitasnya.
“Harganya naik Rp5 ribu, mungkin karena momen Ramadan,” ujar Hamsia (57), salah satu karyawan Warung Apollo, saat ditemui tampilNews.com, Rabu (18/2/2026).
Menurut Hamsia, kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh momentum Ramadan, tetapi juga sejak hadirnya sejumlah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Halmahera Selatan.
“Biasanya dalam seminggu daging ayam masuk ke warung kita itu 3 sampai 5 ton, tapi sekarang sudah tidak sebanyak itu karena rebutan dengan MBG,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, stok daging ayam mulai berkurang sejak adanya program tersebut. Pasokan daging ayam untuk warung biasanya didatangkan dari Surabaya. Namun, saat ini ketersediaan stok di daerah pemasok juga terbatas.
“Stok daging mengalami pengurangan sejak ada MBG. Kita biasanya ambil di Surabaya. Di Surabaya juga sekarang ini stok daging terbatas,” sambungnya.
Meski harga mengalami kenaikan, jumlah pembeli dalam dua hari terakhir justru meningkat. Hamsia menyebut lonjakan pembelian terjadi karena masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan sahur menjelang Ramadan.
Selain itu, berkurangnya stok ikan di Pelabuhan Perikanan Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, turut memengaruhi peningkatan permintaan daging ayam.
“Dua hari ini pembeli melonjak, mereka beli ayam untuk kebutuhan sahur. Dan memang ikan juga kurang,” pungkas Hamsia. (*)







